
CIANJUR – Dalam rangka memperingati Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) ke-1, Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Cianjur bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur menggelar kegiatan donor darah di aula kantor Imigrasi pada Rabu (12/11/2025).
Kepala Kantor Imigrasi Cianjur, Dr. Riky Afrimon, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial yang digagas jajaran Imigrasi Cianjur untuk memperingati hari bersejarah tersebut.
“Selain donor darah, kami juga menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial lainnya seperti bakti sosial, pengajian rutin, serta kegiatan perbaikan dan pembersihan rumah ibadah di pedesaan,” ujar Riky.
Sebanyak 75 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan donor darah kali ini. Tak hanya dari kalangan pegawai Imigrasi, kegiatan ini juga dihadiri oleh Lapas Cianjur, perwakilan perusahaan seperti PYI dan PT Lian Hua, hingga masyarakat umum yang dengan sukarela mendonorkan darahnya.
Dr. Riky Afrimon menambahkan bahwa kegiatan kemanusiaan seperti ini memiliki nilai sosial yang tinggi dan diharapkan dapat terus berlanjut. “Setetes darah bisa menyelamatkan nyawa. Semoga kegiatan semacam ini menjadi agenda rutin, bukan hanya saat momentum peringatan,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa rangkaian Hari Bakti Kemenimipas telah diawali dengan kegiatan “Immigration Car Free Day”, yang kemudian dilanjutkan dengan aksi sosial di berbagai wilayah sekitar Cianjur. Puncak peringatan akan diselenggarakan pada 19 November 2025, ditandai dengan acara syukuran dan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas satu tahun berdirinya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Cianjur, Ahmad Fikri, menyampaikan apresiasi kepada Kantor Imigrasi Cianjur atas partisipasinya dalam membantu ketersediaan stok darah di daerah.
“Antusiasme dari berbagai instansi di Cianjur sangat membantu PMI dalam memenuhi kebutuhan darah. Saat ini, kami harus menyediakan sekitar 1.800 kantong darah setiap bulan untuk enam rumah sakit di wilayah Kabupaten Cianjur,” tutur Fikri.
